Belajar itu tidak harus dari bangku sebuah institusi bernama
sekolah. Di institusi ini kemungkinan Anda akan mendapat kesuksesan
dalam akademis. Namun begitukah dengan karakter Anda? Pembentukkan
karakter yang baik tentu menunjang dalam mencapai pendidikan akademis
yang sukses. Hal ini senada dengan pernyataan Prof . Suyanto Ph.D,
Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya,
pendidikan karakter merupakan pendidikan
budi pekerti yang dapat membantu kelancaran dalam meraih pendidikan
akademis. Saat ini, berbagai masalah dalam negeri seperti korupsi yang
semakin bertebaran dikatakan merupakan dampak dari tidak baiknya mutu
pendidikan karakter. Hal ini dikarenakan fokus pendidikan semata
ditekankan pada pendidikan akademis saja.. Melalui kegiatan di alam,
kita dapat belajar. Saat ini kegiatan di alam merupakan salah satu
metode baru dalam kegiatan belajar. Hal ini menandai telah terjadinya
perkembangan belajar.
Pendidikan Karakter Dari Kegiatan di Alam.
Pendidikan karakter salah satunya didapatkan melalui kegiatan di alam.
Saya akan mengambil satu contoh, mendaki gunung. Melakukan pendakian
minimal membutuhkan sikap pantang menyerah dan berani. Ketika Anda
menaiki gunung lengkap dengan menyandang sebuah tas carrier (sebutan
yang umum digunakan untuk tas gunung) Anda sedang menjalani proses
belajar. Mendaki gunung membutuhkan perjuangan yang keras. Carrier yang
Anda pikul beratnya bisa berkisar 20-30 kilogram. Belum lagi medan yang
harus dihadapi. Menyandang carrier sambil mendaki badan gunung yang
terkadang dihalangi batu-batu besar dan pepohonan yang sulit ditembus
tentu sulit.
Saat berada di gunung Anda akan merasakan sulitnya
menemukan sumber daya air. Saat Anda mendaki gunung dengan perbekalan
air seadanya, Anda akan merasakan betapa berharganya setangkup air.
Tidak setiap saat Anda bisa menemukan sumber air di gunung.
Sikap
pantang menyerah dan berani merupakan karakter yang harus dimiliki
setiap anak bangsa. Penegakkan Negara Indonesia bebas korupsi tidak akan
pernah berhasil bila aparat yang diserahi tugas langsung menyerah saat
pihak yang terjerat sulit ditangkap. Entah apa karena pihak itu
melarikan diri ke luar negeri, mendapat perlindungan dari “penguasa”
tertentu, atau bukti yang dimiliki tidak cukup.
Menjaga
ketersediaan sumber daya alam merupakan hal yang seharusnya digalakkan.
Kelangkaan sumber daya alam telah menjadi ancaman bagi kelangsungan
hidup manusia. Sebut saja air yang dikatakan selalu tersedia telah mulai
sulit didapatkan. Setelah mendaki gunung, Anda mungkin akan berpikir
kembali untuk menghambur-hamburkan air.
Tentu bukan berarti
seorang yang ingin memiliki sikap pantang menyerah, berani, dan
menghargai alam harus menjadi pendaki gunung. Mendaki gunung hanyalah
sebuah cara yang ditawarkan di antara cara-cara lain. Bagaimanapun
pilihan ada di tangan Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar